Sebelum membahas keseruan penyerahan penghargaan dari Direktur TI BPJS Kesehatan, Edwin Aristiawan kepada Direktur RSNU Tuban, dr. Didik Suharsoyo, M.ARS., M.M. CPM-A, CCGO, QRGP serta sekaligus meraih predikat Rumah Sakit Bintang 4 pertama dan satu-satunya di Indonesia, mari mengenal apa itu penghargaan Inovasi Teknologi Kesehatan dan predikat Rumah Sakit.

Penghargaan Inovasi Teknologi Kesehatan BPJS
BPJS Kesehatan sendiri telah meraih penghargaan sebagai “Digital Architect of the Year” dalam ajang World Financial Innovation Series (WFIS) Indonesia Awards 2023. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi BPJS Kesehatan dalam menghadirkan layanan inovasi berbasis teknologi yang optimal bagi masyarakat1.
Sistem teknologi informasi yang diterapkan oleh BPJS Kesehatan memberikan manfaat bagi seluruh stakeholder yang masuk ke dalam ekosistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), termasuk fasilitas kesehatan. Dengan fokus pada pengoptimalan layanan berbasis digital yang sudah ada dan penghadiran inovasi baru, BPJS Kesehatan berupaya memenuhi kebutuhan peserta dengan lebih baik.
Penjelasan Predikat Bintang BPJS Untuk Smart Klaim
Penilaian ini melibatkan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) atau Rumah Sakit. Beberapa faktor yang menjadi tolak ukur dalam penilaian ini antara lain penerapan protokol kesehatan di era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), angka pemanfaatan antrean online terkoneksi Mobile JKN, respon time dokter dalam konsultasi tidak langsung melalui Mobile JKN Faskes, serta tersedianya prosedur dan sarana pelayanan dalam Covid-19.
Berikut penjelasan tentang skema kondisi Rumah Sakit menuju smart klaim:

Bintang 1 Sistem Eligibilitas
Bintang 2 Sistem Antrean Online, TT, JOP
Bintang 3 Skema Penerbitan SEP
Bintang 4 Skema Layanan Obat
Bintang 5 Skema Rekam Medis
Bintang 6 Skema Verifikasi
RSNU Tuban Meraih Predikat Rumah Sakit Bintang 4 Pertama di Indonesia



Hal ini membawa RSNU Tuban meraih predikat sebagai Rumah Sakit Bintang 4 pertama dan satu-satunya di Indonesia.
Pencapaian ini menunjukkan komitmen kuat RS Nahdlatul Ulama Tuban dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat secara luas dan khususnya bagi masyarakat di wilayah Jawa Timur.
Penghargaan ini tidak hanya berdasarkan inovasi teknologi kesehatan, tetapi juga didukung oleh penerapan sistem informasi manajemen rumah sakit dan rekam medis elektronik yang telah berjalan dengan baik di Rumah Sakit.
Support INOVAMEDIKA Untuk RS Nahdlatul Ulama Tuban
Selain itu, juga termasuk manajemen pelayanan pasien yang mencakup antrian pasien secara online, pendaftaran tanpa kertas, pelayanan rawat jalan, rawat darurat, dan rawat inap dengan implementasi rekam medis elektronik. Layanan penunjang juga disediakan dengan teknologi DICOM Viewer untuk pencitraan medis digital dan pertukaran data pada alat medis hasil pemeriksaan laboratorium.
Laporan akuntansi dan keuangan yang real time juga telah diimplementasikan, mulai dari jasa dokter, pendapatan unit, laporan operasional, rasio keuangan, laba rugi, neraca hingga penyajian informasi keuangan yang sistematis dan terstruktur tentang kinerja keuangan Rumah Sakit. Implementasi manajemen rantai pasokan juga telah dilakukan, mulai dari perencanaan, pengadaan, pengelolaan barang logistik maupun obat dan alkes farmasi.
RSNU Tuban, yang didirikan oleh PCNU Tuban dan berlokasi di Jalan Letda Sucipto 211 Tuban, dibangun di atas tanah seluas ± 13.970 m2 dan luas bangunan ± 7.858 m2. RSNU Tuban diresmikan dan dibuka oleh Menteri Kesehatan RI pada 23 Februari 2009. Sepuluh tahun kemudian, pada 2019, RSNU berhasil meraih predikat Paripurna untuk Akreditasi SNARS. RSNU Tuban terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan berkualitas tinggi dengan mengadopsi teknologi terbaru dan terdepan.
PT. Inova Medika Solusindo, sebagai mitra RSNU Tuban, adalah perusahaan IT kesehatan yang menyediakan solusi teknologi terkini untuk industri kesehatan. Produk unggulannya, seperti iHospital, iKlinik, iRekammedis, inovadok, iDicom, dan iCRM, membantu rumah sakit meningkatkan efisiensi pelayanan dan meningkatkan mutu pelayanan serta keselamatan pasien.
